Mohammad Iqbal secara luas dikenal sebagai penyair, praktisi hukum, filosof atau sekurang-kurangnya pemikir, negarawan, juga seorang sufi lahir di Slaikot Punyab, yang sekarang lebih dikenal termasuk wilayah pakistan pada tanggal 9 November 1877. Bakat kepenyairannya di buktikan melalui sebagian besar karya-karyanya yang ditulis dalam bentuk syair.
Gagasan Iqbal mengenai cinta atas dasar cinta sebagai sumber kehidupan dan penggerak menuju le arah kesempurnaan selanjutnya cinta memasuki ke bilik-bilik relung kehidupan yang lebih minor, namun tetap memiliki efek terhadap keseluruhan hidup. Ini salah satu gagasan Iqbal mengenai Cinta, nah kemudian selain gagasan ini, Iqbal pun masih memiliki gagasan-gagasannya dan salah satunya yg akan kita bahas ialah "KARAKTER CINTA MEMBENTUK KESABARAN".
Ketika Iqbal menelaah syair-syair berbahasa persia dari para sastrawan dan sufi, rata-rata menurutnya bernada cengeng. Iqbal tidak simpati karena itu ia pandang akan melemahkan islam wal muslimin, dengan tepat Iqbal menggambarkan ketabahan lakasana rumput yang dinjak-injak, ia bisa tumbuh sewaktu-waktu tanpa ada keluhan pada rumput itu.
Terapan cinta dalam peradaban dunia komtenporer secara umum mencabut akar kemanusiaan sebagaimana yang terjadi di berbagai belahan dunia, seperti perang saudara di timur tengah, anarkisme dinegeri Indonesia, gaya amerika sok menjadi polisi dunia tidak harus diratapi dengan penuh sabar dan tabah sambil mencari peluang bagaimana misi islam rahmatan lil alamin dapat di realisasikan. Demikian ajakan Iqbal bangun dari kekerdilan pribadi para sufi :
"Ah jika adalah serimis sajak dalam
bajumu..
Gosoklah dia dengan batu ujian
kehidupan..
Penaka kilat mendahului guntur..
Pikir dan ciptakanlah sastra murni..
Cadangkan hatimu lagi kepada
salma Arabi..
Agar pagi kemilau hijaz..
Menguntum dari malam kurdistan..
Inti himbauan penggalan syair ini adalah jangan mengeluh dengan nasib yang kurang menguntungkan, kemudian bangunlah dengan nasib yang kurang menguntungkan, kemudian bangunlah dengan penuh semangat dengan landasan salma Arabi, yaitu bismillah pada setial memulai aktivitas dan berpedoman kepada Al-Qur'an. Prosedur pembangunan peradaban islam dengan beepedoman pada salma Arabi telah terbukti ampuh antara lain menunjuk pada sampel kejayaan imperium parsi, Iran, dan India. Demikian lanjutan syair di atas :
"Kau telah kumpulkan kembang dari
taman sari farsi..
Dan melihat musim kembang India
dan Iran.."
Karena begitu hebatnya cinta, ibarat hanya mengedipkan mata maka setumpuk mawar dalam taman sari tiba-tiba muncul. Lebih dari itu, masjid di cordoba di Spanyol terbentuk karena cinta, laksana hamba Allah dari umat nabi sulaiman yang dalam waktu lebih cepat dari kedipan mata mampu memindahkan istana Balkis ke hadapan beliau (Qs. Al-Nami [27] : 40).
Demikianlah paparan salah satu dari beberapa gagasan cinta Mohammad Iqbal yang saya tulis, ambil positifnya buang jauh-jauh negatifnya !!!
Gagasan Iqbal mengenai cinta atas dasar cinta sebagai sumber kehidupan dan penggerak menuju le arah kesempurnaan selanjutnya cinta memasuki ke bilik-bilik relung kehidupan yang lebih minor, namun tetap memiliki efek terhadap keseluruhan hidup. Ini salah satu gagasan Iqbal mengenai Cinta, nah kemudian selain gagasan ini, Iqbal pun masih memiliki gagasan-gagasannya dan salah satunya yg akan kita bahas ialah "KARAKTER CINTA MEMBENTUK KESABARAN".
Ketika Iqbal menelaah syair-syair berbahasa persia dari para sastrawan dan sufi, rata-rata menurutnya bernada cengeng. Iqbal tidak simpati karena itu ia pandang akan melemahkan islam wal muslimin, dengan tepat Iqbal menggambarkan ketabahan lakasana rumput yang dinjak-injak, ia bisa tumbuh sewaktu-waktu tanpa ada keluhan pada rumput itu.
Terapan cinta dalam peradaban dunia komtenporer secara umum mencabut akar kemanusiaan sebagaimana yang terjadi di berbagai belahan dunia, seperti perang saudara di timur tengah, anarkisme dinegeri Indonesia, gaya amerika sok menjadi polisi dunia tidak harus diratapi dengan penuh sabar dan tabah sambil mencari peluang bagaimana misi islam rahmatan lil alamin dapat di realisasikan. Demikian ajakan Iqbal bangun dari kekerdilan pribadi para sufi :
"Ah jika adalah serimis sajak dalam
bajumu..
Gosoklah dia dengan batu ujian
kehidupan..
Penaka kilat mendahului guntur..
Pikir dan ciptakanlah sastra murni..
Cadangkan hatimu lagi kepada
salma Arabi..
Agar pagi kemilau hijaz..
Menguntum dari malam kurdistan..
Inti himbauan penggalan syair ini adalah jangan mengeluh dengan nasib yang kurang menguntungkan, kemudian bangunlah dengan nasib yang kurang menguntungkan, kemudian bangunlah dengan penuh semangat dengan landasan salma Arabi, yaitu bismillah pada setial memulai aktivitas dan berpedoman kepada Al-Qur'an. Prosedur pembangunan peradaban islam dengan beepedoman pada salma Arabi telah terbukti ampuh antara lain menunjuk pada sampel kejayaan imperium parsi, Iran, dan India. Demikian lanjutan syair di atas :
"Kau telah kumpulkan kembang dari
taman sari farsi..
Dan melihat musim kembang India
dan Iran.."
Karena begitu hebatnya cinta, ibarat hanya mengedipkan mata maka setumpuk mawar dalam taman sari tiba-tiba muncul. Lebih dari itu, masjid di cordoba di Spanyol terbentuk karena cinta, laksana hamba Allah dari umat nabi sulaiman yang dalam waktu lebih cepat dari kedipan mata mampu memindahkan istana Balkis ke hadapan beliau (Qs. Al-Nami [27] : 40).
Demikianlah paparan salah satu dari beberapa gagasan cinta Mohammad Iqbal yang saya tulis, ambil positifnya buang jauh-jauh negatifnya !!!







